Bunga Tidur


Bismillaah. Pagi ini terbangun dengan suara berisik hamster seperti biasanya di sela-sela suara adzan yang sayup-sayup berkumandang di luar sana. Saya terbangun dan menyadari pipi sudah basah dan mata sudah sembab. Ini kenapa? Ada apa? Kembali mencoba menerawang ke belakang. Oh, saya bermimpi. Mimpi buruk. 

Mimpi semalam, saya sedang berada di sebuah bandara, bandara itu kecil lalu adzan berkumandang dan sayapun memasuki tempat sholat. Di sana ternyata memiliki tempat sholat yang luaaas terbuka dan lebih mirip lapangan yang bertingkat-tingkat. Saya melihat banyaaaakk sekali saudari-saudari dengan jubah, jilbab dan cadar hitam-hitam. Saya berkenalan dengan seorang ummahat, dia dan suaminya ternyata mengenal sunnah begitupun dengan jamaah yang lainnya. Karena di tempat terbuka, saya melaksanakan sholat tetap lengkap dengan kaus kaki dan purdah yang sedikit saya kendurkan ikatannya. Saya memulai ibadah yang lalu ternyata saya bertemu dengan rekan kerja orang tua saya, satu, dua....

Tidak lama sosok ayah yang selama ini saya rindukan muncul. Sungguh di luar dugaan, cadar saya ditarik sampai hampir lepas dan saya menangis sangat deras. Sangat sangat deras. Ummahat yang saya lupa namanya itu beserta suaminya membela saya, menarik kami dari keramaian dan berbicara dengan orang tua saya. Mendapatkan cap 'aliran sesat' karena atribut saya.Larangan-larangan untuk mengaji pun terlontar berulang kali. Tangis saya belum berhenti juga lalu sayapun terbangun.

Laa hawla wala quwwata illa billaah.. 

Selama ini saya lebih banyak bersikap cuek dan tidak masalah dengan beberapa teman yang meledek pakaian saya, ekspresi kaget sudah biasa saya terima. Tapi sungguh rasanya mendapat serangan 'mental breakdown' di kala keluarga yang menyebut saya begitu. Ah, mungkin ini hanya bunga tidur dari bentuk kekhawatiran diri sendiri. Yaa muqallib al-qulub thabbit qalbi 'ala dinik...

0 komentar