Bahaya Foto Muslimah di Dunia Maya

Belakangan saya sedih. Apalagi setelah bercakap-cakap dengan beberapa saudari muslimah. Saya semakin sedih, semakin merinding. Dahulu sekali, ada saudari saya sahabat sejak saya SMP, seorang akhwat, dia sempat menegur saat aku mengunggah sebuah foto dengan kertas ucapan selamat ulang tahun untuk seorang teman kami juga. Dia berkata kira-kira walaupun fotonya kecil, dia tidak rela kalau fotonya dilihat dan diamat-amati oleh laki-laki ajnabi. Saya saat itu masih berpikir, fotonya kecil sekali, baiklah saya set 'only me' di facebook sehingga yang bisa melihat hanya yang di-tag di dalam foto itu saja. 

Hal ini diperparah dengan seringnya dokumentasi dari kegiatan-kegiatan yang saya lakukan dan juga jalan-jalan serta pendakian ke gunung. Masya Allah beberapa di situ saya masih menggunakan celana skinny dan kerudung pendek tanpa mengulur ke dada. Kalau dilihat lagi saya semakin sedih.


Belum lama ini saya menemukan fanpage di facebook dan post di forum kas*us yang...kalau saya ceritakan pasti kalian para wanita miris sekali, pedih melihatnya secara langsung. Tapi kali ini saya mau vulgar, sekali-kali lah yaa... 


Sebenarnya apa sih motivasi kaum hawa untuk mengunggah foto ke dunia maya, terutama di social media? 

1. Pamer momen foto jalan-jalan?
2. Eksis.
3. Pingin dunia mengetahui kalau diri sendiri cantik.
4. Ga ada niatan apa-apa, tapi yang melihat niatnya bisa berubah :(

Nah, alasan ke tiga ini yang gawat. Gawat banget. "Ini loh gue, cantik kan ya?" Saudariku, manusia diciptakan dengan kondisi paling sempurna dengan hati ibarat kertas putih kosong. Muslimah itu cantik tanpa harus dipertontonkan. Kecantikkan yang sangat sayang untuk dinikmati ajnabi, lelaki yang bukan mahram kita. 


Untuk saya sendiri, saya pernah mendapati ke tiga motif itu. Ya, ketiganya. Semoga saudariku yang membaca ini tidak sampai ke tahap nomor tiga itu. Allahumma aamiin. 


Namanya kagiatan jahiliyah, pasti adaaaa saja alasan untuk membenarkan agar niat itu terlaksana. Kalau yang belum berkerudung jawabnya, "Kan ga berpakaian seksi," kalau yang sudah berkerudung jawabnya, "Kan auratnya sudah ditutup." Saudariku, sudah 'ditutup' atau sudah 'dibungkus'? 


Saya mau bicara sedikit vulgar. Tau kan gencar-gencarnya pengadaan acara Miss World belakangan kemarin? Acara Zionis yang didukung sepenuhnya dengan sorak sorai kaum Liberal yang ada di Indonesia dan tepuk tangan musuh-musuh Islam? Saudari saya pernah bercerita kepada saya, temannya muslimah juga, berkerudung juga, mengatakan pembenaran yang biasa kaum liberal sebutkan, kira-kira begini, "Yasudah sih kan itu hiburan gak suka ya gak usah nonton. Kalau Miss World gak sesuai dengan budaya, budaya yang mana? Bikini? Nah, orang-orang di timur Indonesia sana menggunakan koteka!" 


Hey, girls. Jangan membohongi diri sendiri! Ketika kalian melihat seorang laki-laki suku adat di pedalaman sana bertelanjang dada dan hanya menggunakan koteka apakah muncul nafsu syahwat kalian? Apakah fantasi porno kalian terbentuk? Saya sebagai wanita juga katakan TIDAK. Berbeda ketika mata laki-laki melihat lekuk tubuh yang dipertontonkan di etalase toko dengan kamuflase panggung ratu sejagat. Andai kita bisa melihat video fantasi apa yang dibayangkan ketika para pria sibuk memperhatikan detail lekukan tubuh seksi seorang wanita.


Begitupun halnya dengan foto. Kenapa sih diributin? Kan fotonya biasa aja! Biasa saja, di mata perempuan itu foto-foto biasa saja. Di mata laki-laki? Apa yang kita tau? Mau bukti? Saya menemukan FANPAGE ini di facebook secara tidak sengaja.











Klik gambar untuk memperbesar

Coba kita sebagai perempuan melihat. Foto-foto mereka biasa saja. Biasa banget. Kerudung gaul nan modis yang saat ini sedang tenar. Entah si admin jahanam itu nyomot foto-foto darimana. Wah kenapa bisa masuk di situ? That's it! Clever muslimah should have got my point of view :) 


Berselang beberapa hari setelah saya menceritakan perihal fanpage itu kepada sahabat saya, dia mendapat pengakuan dari temannya yang seorang laki-laki perihal dia baru saja membuka-buka forum kas*us. Biasalah kalau di forum-forum dalam maupun luar negeri yang isinya lebih banyak user lelakinya daripada perempuannya postingannya beberapa foto-foto perempuan-perempuan cantik nan seksi. TAPI yang diceritain ini perempuan-perempuan yang menggunakan kerudung. Bisa ditemukan di sini.










Klik gambar untuk memperbesar

Aduh, kacau. Entah itu nyomot dari mana dari mana fotonya. Bahkan ditambahkan oleh temannya itu kalau perempuan-perempuan berkerudungyang memiliki tubuh (maaf sekali) montok itu lebih seksi dibandingkan perempuan-perempuan yang tidak menggunakan kerudung. Inalillahi. Apakah ini berarti hijab kita sebagai muslimah sepenuhnya gagal?? :( 


Ukhti, saudariku. Hijab pada dasarnya menghijabi diri, menghijabi fisik, menghijabi perhiasan dari lelaki bukan mahram. Sudah dihijabi sempurna di dunia nyata, lantas di dunia maya malah menjadi bahan tontonan oleh lelaki ajnabi yang haram baginya untuk melihat. Apalagi yang hijabnya masih kurang disempurnakan. Terlebih lagi pernahkah terbayang foto seksi kita menjadi sarana untuk maaf sekali, merancap. :(((



Rasululah SAW bersabda, "Pandangan mata (berlebihan) adalah sebagian dari panah iblis lainatullahi. Barang siapa yang meninggalkan pandangan seperti itu karena takut kepada Allah, maka Allah Azza wa Jalla akan memberikan keimanan kepadanya dan menambahkan manisnya iman ke dalam hatinya." (HR Imam dan Hakim)

Saya menulis ini bukan bermaksud untuk menggurui. Saya pun belum sepenuhnya sempurna dalam menghijabi perhiasan saya. Belum sepenuhnya mencopot semua foto-foto diri terutama yang masih menggunakan celana jeans dan kerudung gaul. Tapi, saya hanya sangat miris dan ingin saudari-saudariku yang mambaca ini tau, semoga diri kita sendiri bisa menjadi penyelamat kehormatan kita karena Allah menurunkan agama yang paling memuliakan wanita, yaitu Islam. Perintah Allah selalu yang paling benar dan paling beralasan. 


Saudariku, selamatkanlah diri kita dari fitnah, muliakanlah diri kita dengan tidak menjadi barang tontonan di manapun, jagalah kecantikkan kita hanya untuk suami, biarlah keanggunan dari rasa malu dan takwa kita yang menundukkan pandangan membuat ajnabi menghormati kita. Bantulah para saudara kita untuk menghindari fitnah wanita dan menjaga pandangannya. 



“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33)

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)

Ya akhi, jagalah pandanganmu, tundukkan pandanganmu di dunia nyata maupun maya, khilaf zina tidak hanya dimiliki lelaki, tetapi juga para perempuan, saudarimu. Tundukkanlah pandanganmu, peringatkanlah kami, dan jangan sekali-kali mengunduh foto-foto jahiliyah kami dan mengunggahnya di manapun. Bantulah kami menjaga kehormatan. 


“Jangan kamu ikuti pandangan pertamamu dengan pandangan kedua dan selanjutnya. Milik kamu adalah pandangan yang pertama, tapi yang kedua bukan." (Nasehat Rasulullah SAW kepada Ali)

“Katakanlah kepada kaum lelaki yang beriman hendaknya mereka menundukkan sebagian pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Hal itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa saja yang kalian lakukan.” (QS. An-Nuur: 30)


Sekali lagi saya tidak ada maksud menggurui, sayapun sedang belajar, pelajaran sangat awal malah. Terlepas dari semua grup dan postingan itu hanya demi menjelekkan nama musimah, dari situ seharusnya kesadaran kita makin bangkit bahwa kita harus semakin menjaga diri dan kehormatan baik di dunia nyata maupun dunia maya. Mari istiqomah. :)

Saya mendapat pertanyaan dari beberapa teman, bagaimana cara mem-private foto-foto yang sudah terlanjur diunggah khususnya di facebook. 

Untuk mem-private album yang sudah terlanjur diunggah/diupload (album foto bukan profile picture maupun photo cover):


Buka album foto kita lalu klik yang saya tandai merah itu ganti menjadi 'only m'e atau 'custom' (beberapa orang saja yang bisa melihat).

Lalu bagaimana kalau ada men-tag foto-foto ke kita? Apa harus kita remove tag satu persatu? Kalau sudah sampai ribuan bagaimana? Ini kasus saya banget. 

Ikuti langkah-langkah yang saya tandai dan nomeri merah itu. Gear yang di kanan atas - privacy setting - timeline and tagging. Terakhir 'who can see post you've been tagging' klik 'only me'. 

Kalau photo profile dan photo timeline bagaimana? Nah kalau yang ini mesti satu persatu.

Buka foto profilnya, klik yang dilingkari merah itu dan ganti menjadi 'only me' atau hapus sekalian. Kalau untuk cover photo atau foto sampul tidak bisa, mereka sudah disetting public, jadi hapus saja.

N.B. Alhamdulillah cukup banyak respon baik dari saudari-saudari muslimah mulai dari merinding dan merasa tertampar. Syukur sekali kalau memang kita benar-benar menghapus foto-foto diri dari dunia maya. Isi di atas sudah saya pangkas lebih dari setengah dari halaman-halaman yang pernah saya temukan. Tidak percaya? Monggo saudariku, di-googling sendiri :'(

9 komentar

  1. Replies
    1. mari sebarkan ke saudari saudari kita sebelum terlanjur ikut menjadi korban :'(

      Delete
  2. Replies
    1. bisa jadi, salah satunya salah kaprah mengenai menghijabi diri seorang muslimah.

      Delete
  3. aduh Mon. #miris | tetep istiqomah yg terpenting. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya sedih ya mas jek..saudari kita :' aamiin...

      Delete
  4. Tutupilah Auratmu sebelum Auratmu Ditutupi Kain Kafan...??
    Peliharalah Dirimu sebelum Dirimu di Kafankan. . .
    Jagalah Maruah / Kehormatan Diri sebagai Seorang Muslimah...
    Mati itu pasti... Persiapkan Diri untuk Mati itu Perlu. . .

    ReplyDelete